



Silaturahmi ke Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) Lembang Agri merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antar lembaga desa sekaligus membuka ruang pembelajaran dari praktik pertanian modern yang berbasis komunitas dan kearifan lokal. Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari strategi memperkuat jejaring antar-lembaga desa, menggali inspirasi dari pelaku lapangan, serta membuka ruang dialog dan kolaborasi yang konstruktif. P4S Lembang Agri dipilih sebagai tujuan karena rekam jejaknya yang kuat dalam mendidik, melatih, dan memberdayakan petani khususnya generasi muda untuk menjadi pelaku utama dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kunjungan biasa, tetapi juga menjadi sarana untuk :
- Mengikuti pemaparan langsung dari pengelola P4S mengenai perjalanan, visi, serta pendekatan pelatihan yang mereka terapkan.
- Mengunjungi fasilitas pelatihan dan melihat praktik pertanian terpadu yang terintegrasi dengan kelembagaan koperasi, pemasaran hasil pertanian, hingga pengembangan agroeduwisata.
- Berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam membangun pusat pelatihan serupa di desa masing-masing.
- Menjalin silaturahmi, bertukar ide, dan memperluas wawasan tentang model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.
P4S Lembang Agri sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pelatihan perdesaan yang berhasil melakukan pembinaan secara konsisten kepada petani, pelaku usaha tani, dan kelompok masyarakat desa. Melalui pendekatan praktis, kontekstual, dan berbasis potensi lokal, lembaga ini telah melahirkan banyak inisiatif pertanian produktif yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian desa.
“Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan muncul semangat baru dalam membangun desa berbasis pertanian yang kuat, inovatif, dan partisipatif. Selain itu, momen ini juga menjadi wadah untuk menyusun langkah kolaboratif antar lembaga desa guna mewujudkan ketahanan pangan, kedaulatan petani, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh”.